Hasil penelusuran Tim Dinas Kesehatan Kota Surabaya di sejumlah sekolah tidak lagi ditemukan jajanan mengandung borax maupun formalin namun sekarang ini banyak ditemukan jajanan dan minuman mengandung bahan pemanis yang seharusnya bukan menjadi konsumsi anak-anak yang sedang masa pertumbuhan. Para pedagang pada umumnya membubuhkan bahan pemanis tersebut sebagai campuran makanan maupun minuman. Diakui kasi kefarmasian Dinas Kesehatan Kota Surabaya Eriyani, satu sisi modus ini pedagang menginginkan bisa meraub keuntungan yang banyak karena harga pemanis jauh berbeda dengan harga gula satu kilogramnya. Namun dilain sisi pemanis justru akan menghambat pertumbuhan dan kecerdasan anak, meski pemanis itu dikatakan tidak berbahaya bagi tubuh. Hanya saja menurut Eriyani pemanis hanya layak dikonsumsi bagi orang dewasa penderita diabet dan juga untuk diet.
Kaji ulang sebagai kegiatan rutin Tim Dinas Kesehatan Kota Surabaya itu – Eriyani mengatakan terus dilakukan berlanjut dengan cara mengambil sample jajanan di sejumlah sekolah. Hasilnya setiap tahun menunjukkan penurunan, pedagang yang terbukti menggunakan bahan-bahan yang tidak sesuai dengan aturan Dinkes langsung di berikan pembinaan dan penjelasan – akibat yang akan ditimbulkan jika dagangan mereka menggunakan bahan campuran yang dapat membayakan bagi kesehatan. [dc/djk]