Setelah beberapa waktu lalu terekspose dimedia ada DPT ( Daftar Pemilih Tetap ) yang fiktif, kini ditenggarai ada dugaaan TPS ( Tempat Pemungutan Suara ) fiktif, benarkah ?
Ketua Tim Pemenangan Pasangan Capres Cawapres Mega-Prabowo Suhandoyo mengakui dirinya memiliki data TPS fiktif pada beberapa daerah di Jawa Timur. Tanpa merinci jumlah TPS yang dimaksud Suhandoyo hanya berujar di Surabaya dan di Jember ada TPS fiktif. Ini jika dibiarkan akan mencederai proses pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden pada tanggal 8 Juli nanti, katanya kepada RRI belum lama ini. Ditanya RRI bagaimana langkah Panwaslu ? dikatakan, oalah mas wong anggota Panwas, anggota KPU iku konco kabeh.. yok opo yo… ( Bagaimana mas, anggota Panwasli, Anggota KPU itu teman semua ( sudah kenal,red ). Tim Pemenangan Mega-Prabowo jelas Suhandoyo yang juga anggota Fraksi PDIP DPRD Propinsi Jawa Timur ini mengetahui hal tersebut tidak tinggal diam, artinya data yang sdh dihimpun tengah disusun rapi dan akan dilaporkan ke pengadilan, karena hal itu masuk ke ranah hukum. Permainan politik semacam itu kata Suhandoyo sangat tidak mendidik terutama bagi masyarakat awam. Ia memprediksi hasil penghitungan suara Pilpres 8 Juli nanti rawan ricuh, tetapi meskipun demikian Suhandoyo berharap agar proses demokrasi itu berjalan lancar.