Meski Jawa Timur menempati urutan ke 4 hasil Unas dengan nilai rata-rata 7,68 di bawah Sumatera Selatan, Jawa Barat dan Bali dengan nilai rata-rata 8,08 namun prestasi tersebut dinilai Ketua Yayasan Sekolah Galuh Handayani, Sri Sedyaningrum sebagai prestasi yang membanggakan.
Meski dikatakan posisi tersebut menurun jika dibadingkan tahun lalu diurutan kedua, namun demikian prestasi itu bukan diartikan Jawa Timur tertinggal. Prinsipnya lanjut Sri Sedyaningrum, para siswa telah mengikuti Unas dengan baik karena sistem yang diterapkan lebih memberikan peluang siswa untuk bisa mengulang jika hasil Unasnya gagal. Ini strategi yang tepat tidak saja kebijakan pemerintah namun setiap sekolah juga harus memiliki strategi untuk mencapai angka kelulusan dan nilai rata-rata terbaik.
Sri Sedyaningrum juga menyoroti pendidikan di Indonesia belum mengacu pada jenjang pendidikan aplikatif, artinya pendidikan yang membentuk karakter setiap siswa. Hal tersebut menurutnya sangat dibutuhkan siswa agar mereka lebih mengetahui dan memahami pelajaran yang sedang di dalaminya. Intinya tambah Sri Sedyaningrum pendidkan aplikatif ini mengarahkan agar siswa menyayangi mata pelajaran tersebut yang pada akhirnya para siswa mampu pula menyelesaikan ujian dengan baik.