Di era persaingan saat ini tak mudah bagi sebuah lembaga penyiaran meraup pendengar lebih banyak untuk mendapatkan posisi rating yang baik. Strategi untuk meraup pendengar akan sangat tergantung pada kualitas menu siaran, Semakin berkualitas program acara yang disajikan, akan semakin besar peluang untuk meraup pendengar yang lebih banyak. Hitung-hitung komersialnya, peluang untuk mendapat iklanpun akan lebih terbuka setara dengan memasang videotron di jalur jalan dengan tingkat kesibukan lalu lintas yang tinggi.
Sebagai Lembaga Penyiaran Publik yang harus memberikan layanan kepada semua lapisan masyarakat, RRI Surabaya tak ingin kalah bersaing. Memasuki tahun 2009 berbagai program dan mata acara siaran dipertajam dengan sentuhan-sentuhan yang lebih mempertimbangkan pada kepentingan khalayak. Dinamika masyarakat dengan tingkat heterogeinitas yang tinggi menjadi pertimbangan untuk melakukan pengembangan siaran. Konsepnya, seluruh lapisan masyarakat dan segmen harus tersentuh oleh layanan siaran RRI yang lebih menggeliat.Programa 1 RRI Surabaya yang selama ini mengandalkan kekuatan siaran berjaringan regional se Jawa Timur, kini menambah lagi program jejaring dengan Radio Suara Mitra sebuah Lembaga Penyiaran Swasta yang dikelola oleh Polda Jawa Timur. Segmen kriminal yang menjadi kekuatan radio yang dipancar luaskan dari Jalan Ahmad Yani Surabaya ini sangat dilirik oleh RRI Surabaya, jelas Kepala RRI Surabaya M.Natsir Isfa. Siaran bersama RRI Surabaya dengan Radio Suara Mitra telah dimulai sejak 15 Januari 2009 lalu. Siaran yang mengudara pukul 14.00 Wib berdurasi 60 menit ini diharapkan akan menjadi unggulan RRI maupun Radio Suara Mitra dan mampu menambah jumlah pendengar. Kerjasama dengan Lembaga Penyiaran Swasta menurut Natsir Isfa akan terus dikembangkan sehingga kekuatan radio akan semakin diperhitungkan menjadi sebuah kekuatan yang mampu mengubah prilaku dan pencerdasan masyarakat.
Tak mau tertinggal dari Programa 1, Programa 4 yang mengambil posisi sebagai Radio Budaya dan Pendidikan juga berbenah diri dengan mempertajam pola siaran. Pertimbangan dari sudut heterogenitas masyarakat kota Surabaya khususnya maupun Jawa Timur umunya menjadi alasan bagi Programa 4 untuk menambah siaran etnis seperti Mandarin, Batak, Sunda, Minang. Kepala Bidang Programa Siaran RRI Surabaya H.Rohanuddin,S.Sos mengungkapkan, penajaman siaran Programa 4 merupakan keharusan untuk memenuhi tuntutan Undang-Undang Nomor 32 tahun 2002 yang mengharuskan Lembaga Penyiaran Publik memberikan pelayanan yang bersifat menyeluruh.
Sedangkan Programa 2 bergaya Life style membidik segmen kampus dan remaja melalui program-program siaran out door. Ini adalah konsep jemput bola untuk mengajak publik sebanyak-banyaknya dalam penyelenggaraan Siaran RRI pungkas Rohanuddin.