Kemudahan mendapatkan akses informasi ternyata tidak berbanding lurus dengan tingginya minat baca masyarakat kota Surabaya. Berdasarkan hasil penelitian badan arsip dan perpustakaan kota, minat baca masyrakat ternyata masih sangat rendah hanya sekitar 26%. Kepala badan arsip dan perpustakaan kota Arini Pakistyaningsih berdalih rendahnya minat baca masyarakat merupakan problem nasional, dan bukan hanya terjadi di Surabaya. Kurangnya minat baca, karena kegiatan membaca bukan dianggap sebagai budaya. Pemkot Surabaya menurutnya akan meningkatkan sarana dan prasarana membaca tujuannya untuk mendorong motivasi membaca masyatarakat. Badan arsip dan perpustakaan kota Surabaya berupaya memperbanyak taman bacaan di balai RW, hingga saat ini jumlah taman bacaan yang dikelola pemkot di sejumlah sudut kota sekitar 200 unit, diantaranya di tempatkan di balai RW, lisponsos, rumah susun serta taman kota. Pemkot akan menambah jumlah taman bacaan dan perpustakaan di Surabaya. Pihaknya menargetkan untuk mendirikan sekitar 1.000 taman bacaan. Target tersebut diharapkan bisa dicapai pada tahun 2015, selain dikelola pemkot taman bacaan yang tersebar di beberapa daerah juga dikelola masyrakat. Untuk meningkatkan motivasi baca masyarakat, selain menambah sarana prasarana, pemkot Surabaya akan memperbanyak kegiatan lomba seperti tehnik membaca cepat.
Dengan terbentuknya TBM di berbagai sudut kota, balai RW diharapkan ada peningkatan minat baca, nah…bagaimana ??? kita tunggu aja hasilnya??? mudah-mudahan niat baik pemerintah akan mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat……