Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Dr. Esty Martiana Rachmi menegaskan tahun 2010 ini akan kembali menggiatkan program kemitraan Bidan dan Dukun Bayi, program yang di canangkan tiga tahun lalu ini bertujuan mengurangi praktek persalinan melalui jasa dukun bayi di perkotaan.
Di Surabaya praktek persalinan menggunakan jasa dukun bayi masih ada bahkan di sinyalir tiap tahunnya jumlah dukun yang melakukan praktek persalinan semakin bertambah. Karena itu Dinas Kesehatan sebagai garda terdepan masyarakat di bidang kesehatan telah melakukan langkah-langkah untuk membatasi ruang gerak dukun bayi diantara nya memberikan pelayanan istimewa dan dengan harga terjangkau bagi masyarakat miskin, melakukan penyuluhan dan pelatihan untuk mendampingi bidan melakukan persalinan, maupun memberikan sanksi bagi ibu hamil yang melahirkan melalui jasa dukun bayi yaitu berupa tidak mendapatkan akte kelahiran.
Di samping itu dikatakannya bahwa dalam permasalahan ini kesadaran masyarakat juga sangat di butuhkan, karena itu peran serta Puskesmas harus di tingkatkan dan harus lebih intensive menggulirkan kemitraan antara bidan dan dokter. Dari data yang ada jumlah dukun bayi yang terdata di surabaya mencapai 69 dukun dan itu belum termasuk dukun bayi tidak terdata yang melakukan praktek persalinan. [ben/djk]