Mini truk SMKN 2 Murni Pembelajaran

Dipublikasikan 12 Januari 2012 oleh admin   ·   No Comments
minitruk smkn2 surabaya

SMK Negeri dua Surabaya,tidak ingin mengeksplotiasi peserta didiknya,dalam dunia otomotif,setelah berhasil merakit mobil mini truck 1500 cc yang menjadi kebanggaan masyarakat Surabaya. Bahrun Kepala Sekolah SMKN 2 Surabaya mengungkapkan keberhasilan yang di raih peserta didiknya merakit mobil mini Truck yang diberi nama esemka patua, Karena apa yang diajarkan selama ini merupakan hasil dari modul pembelajaran perakitan yang telah diajarkan kepada peserta didiknya,bukan untuk memproduksi SMKN 2 di tambahkan Bahrun tidak menuntut Peserta didiknya untuk membuat mobil,melainkan bagaimana mengajarkan mandiri dengan Praktek Kerja Lapangan di pandu teory yang diajarkan.

” Karena ini Pembelajaran,jadi Pelajar SMK gak dituntut membuat mobil,dengan metode yang diberikan pelajar SMK dapat lebih mengenalkan teknologi”Ungkap Bahrun. Dengan merakit Mobil sambung Bahrun peserta didiknya dapat memahami detail dari perakitan yang di lakukan,sehingga jika pelajar tersebut sudah tamat sekolah,ilmu yang sudah diberikan di bangku sekolah, bisa diterapkan di tengah masyarakat.

Terlepas minat dan untusiasme masyarakat untuk membeli mobil esemka di ungkapkan Bahrun,SMKN 2 Surabaya tetap akan memprioritaskan proses belajar mengajar,mobil rakitan pelajar SMK tembah nya adalah pembelajaran bukan untuk produksi maupun dalam rangka untuk industri,

Seperti diketahui beberapa SMK di Jawa Tengah dan Jawa Timur merakit mobil Esemeka dalam beberapa varian seperti sport utility vehicle (SUV) delapan penumpang, kabin ganda dengan empat penumpang, serta mini truk.

Esemka menjadi populer setelah Wali Kota Solo Joko Widodo dan Wakil Wali Kota Hadi Rudyatmo menjadikannya sebagai mobil dinas. Joko Widodo bahkan berencana mengembangkan Kiat Esemka untuk diproduksi massal.

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Tags:  , ,

Readers Comments (0)




WordPress Themes
Umum
Arsip Berita
Pencarian Populer
Free WordPress Themes