Menjelang muktamar Nahdlatul Ulama di Makasar pada Maret mendatang, kini kedudukan ulama di jabatan tertinggi organisasi massa keagamaan ramai dibicarakan. Selain 2 kandidat dari Jawa Timur yang nantinya maju pada muktamar untuk duduk di kursi Pengurus Besar NU, kedudukan kyai besar pada organisasi tersebut tampaknya juga semakin mengental. Ketua umum Gerakan Pemuda Ansor Syaifullah Yusuf, menimpali agar pemahaman organisasi Nahdlatul Ulama hendaknya tidak cuma sepotong karena organisasi tersebut lahir dan berdiri dengan konsep dan pemikiran para ulama besar pada waktu itu. Sehingga apabila nantinya para petinggi NU tersebut mengetahui organisasi hanya sepotong maka akan membahayakan.
Ditekankan pula oleh Syaifullah Yusuf bahwa petinggi Nahdlatul Ulama nantinya sangat diharapkan kadar keulamaannya sangat tinggi.
Statemen ini amat satire sekali karena yang dimaksudkan standard keulamaan adalah bahwa nantinya petinggi NU tersebut tidak membawa organisasi ke blantika politik seperti yang sudah-sudah. [edy/djk]