Himbauan Menteri Pendidikan Muhamad Nuh untuk tidak melakukan aksi corat – coret dan konvoy di jalan raya terkait pengumuman kelulusan pelajar tingkat SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah ( MA ) hari ini tampaknya tidak di indahkan oleh beberapa pelajar SMA di Surabaya.
Dengan bergerombol dan memakai seragam sekolah yang di corat – coret ratusan pelajar dari berbagai sekolah ini meluapkan kegembiraan dengan turun ke jalan menggunakan motor. Aksi konvoy sendiri sempat memacetkan arus lalu lintas yang dilewati karena ratusan pelajar tersebut melakukan aksi hampir memakan semua badan jalan.
Tidak jarang pelajar tersebut tidak membawa kelengkapan dalam berkendara seperti helm dan spion. Seperti Yudi Purnomo pelajar SMA swasta di daerah Surabaya, Yudi mengatakan, apa yang dilakukan dengan teman-temannya dengan melakukan aksi konvoy merupakan wujud kegembiraan yang tidak bisa dilupakan. Dan akan selalu dikenang termasuk tidak membawa kelengkapan dalam berkendara. Sementara itu untuk tahun ini 16 ribu lebih siswa SMA, SMK, dan MA di Jawa Timur harus mengulang ujian nasional. Siswa yang harus mengulang ujian nasional pada 10 Mei mendatang di tingkat SMA sebanyak 3700 lebih atau 2,6 %, Madrasah Aliyah ( MA ) 4,43 % atau 2800 lebih siswa, serta sekolah menengah kejuruan SMK yang harus mengulang UN sebanyak 9.700 siswa atau sekitar 7%.