Ketua Asosiasi Persepatuan Indonesia Jawa Timur, Tukijan mengakui sangat merugi bahkan tidak ada peminatnya, jika bahan baku alas kaki menggunakan kulit dalam negeri. Persoalannya kulit lokal kualitasnya jauh berbeda jika dibanding dengan kualitas kulit impor seperti dari Cina, India dan Taiwan.
Tidak hanya yang dibutuhkan impor kulit saja namun semua aksesoris pun didatangkan dari luar. Untuk itulah strategi yang dibangun agar ekspor alas kaki tetap diminati mancanegara, menurut Tukijan, tetap mengutamakan bahan baku yang berkualitas serta mengikuti model trend terbaru.
Karena 90 % produksi sepatu dari 12 perusahaan besar. Untuk memenuhi pesanan ekspor ke sejumlah negara tujuan seperti pasar Eropa dan Amerika, sementara jika dirata-rata negara-negara tersebut meminati sepatu sport. Tukijan juga sangat optimis pertumbuhan persepatuan terus meningkat pada 2009 terbukti pertahunnya export kulit mencapai 6 juta pasang atau terjadi peningkatan ekspor sepatu 6 %, sementara tahun 2010 ini diharapkan bisa lebih dari 7 %.