Pemandangan disepanjang jalan Ahmad Yani Surabaya terasa berbeda beberapa hari terakhir ini.Jalan yang terbentang memanjang menuju pusat kota dengan tingkat kepadatan arus lalu lintas yang cukup tinggi ini terlindung oleh pepohonan yang berjejer dikanan kiri jalan sehingga terasa sejuk dikala panas menyengat. Hal menarik perhatian adalah bukan kepadatan lalu lintas, tetapi tak satupun diantara ratusan pohon besar ini bertengger iklan politik berupa photo caleg. Suasana seperti di Jalan Ahmad Yani Surabaya tak terlihat dipenjuru kota Medan Sumatera Utara. Hampir setiap pohon pelindung disisi jalan berlindung pula photo caleg sehingga layak dikatakan pohon berbunga caleg.
Bagi kebanyakan caleg yang sedang berburu kursi di parlemen, pohon dianggap punya peran penting untuk memenangkan persaingan. Faktor keindahan kota tak lagi menjadi pertimbangan; yang penting para caleg dapat memperomosikan diri demi meraih suara sebanyak-banyak pada pesta demokrasi yang sudah semakin dekat. Inilah potret perpolitikan di tanah air kita, semua cara dipandang halal tanpa lagi menghiraukan regulasi yang berlaku, bahkan tatakrama pun terabaikan. Tampilan iklan politik yang semakin marak diberbagai media maupun ruang terbuka menarik untuk diamati dari berbagai sisi pandang. Tulisan sederhana ini mencoba untuk memberikan kajian pentingnya unsur 3W dalam iklan politik. 3W adalah sebuah strategi iklan yang memberikan keuntungan dari tiga kepentingan ( win-win-win) yakni : keuntungan bagi pengiklan, keuntungan bagi media dan keuntungan bagi publik. Pertanyaannya adalah sudahkan iklan politik yang dilakukan para caleg saat ini berbasis pada tiga kepentingan ini.
Keuntungan Bagi Pengiklan.
Pengiklan dalam hal ini para calon legislatif yang terdiri atas caleg DPRD kota/kabupaten, caleg DPRD Propinsi, Caleg DPR RI, Caleg DPD RI jumlahnya mencapai ribuan diseluruh Indonesia. Mereka berburu untuk mendapatkan satu dari sekian kursi yang terbatas dimasing-masing jenjang sesuai dengan pembagian berdasar jumlah penduduk. Semakin besar jumlah penduduk di satu daerah semakin banyak kursi yang akan diperebutkan, tetapi tidak akan lebih dari bilangan 100-an kecuali untuk kursi DPR RI atau DPD RI masing-masing dalam kisaran 500 kursi.
Sebagai gambaran, ada Kabupaten atau Kota yang hanya menyediakan 25 kursi untuk anggota dewan, karena jumlah penduduk yang terbatas. Jumlah ini akan diperebutkan oleh ratusan calon anggota legislatif dari 38 partai politik pengusung. Dapat dibayangkan betapa besar tingkat persaingan antar calon legislatif maupun antar partai politik yang bertarung dalam Pemilu 2009. Persaingan yang cukup besar untuk mendapatkan kursi parlemen ini menimbulkan pemikiran bagaimana cara praktis mendapatkan suara sebanyak-banyaknya melalui strategi yang tepat diantaranya adalah melalui iklan.Mereka berharap mendapat keuntungan yang sebesar-besarnya dari beriklan di media maupun media ruang, sejak dari simpati warga hingga sebuah kursi yang akan membawa perubahan budaya hidup minimal 5 tahun kedepan.
Keuntungan Bagi Media.
Bagi media, event pesta demokrasi tahun 2009 yang cukup fantatis ini memberi peluang yang besar untuk meraih keuntungan.Banyak media memberi ruang yang lebih besar untuk kepentingan partai maupun para caleg. Bahkan beberapa media mengklaim diri sebagai media pemilu yang bertujuan selain untuk memberikan kontribusi bagi suksesnya penyelenggaraan pemilu, juga meraih keuntungan finansial dari peningkatan rating melalui kemasan acara yang competetive.Media televisi swasta merupakan media yang paling berpeluang besar meraup keuntungan dari penyelenggaraan pemilu, disusul surat kabar dan radio.Partai-partai yang didukung oleh penyandang dana cukup besar lebih leluasa menggunakan media baik dari penggunaan durasi maupun halaman iklan dan advertorial atau juga melalui media ruang berupa pemasangan baliho yang didisain secara apik dan menarik. Sebaliknya partai yang memiliki kemampuan finansial terbatas akan mempertimbangkan pemilihan media dan cara beriklan.Bagi media mencari keuntungan adalah sah-sah saja sepanjang tidak melanggar rambu-rambu pemili maupun tatakrama periklanan.
Keuntungan Bagi Publik.
Bagi pengiklan maupun media peluang pasar atau target audience menjadi sesuatu yang sangat diperhitungkan. Dinamika masyarakat yang terus berkembang baik dari segi populasi maupun tingkat kecerdasannya.
M. Natsir Isfa
Praktisi Media dan Pemerhati Pemilu