Stok gula pasir konsumsi lokal dipasar terus mengalami penipisan, harganya beberapa pekan terakhir ini dikisaran Rp.11.000,- sampai Rp.12.000,- per satu kilogramnya. Harga itu diakui Kasubdin Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jawa Timur Arifin T.Hariadi jelas masih memberatkan masyarakat, oleh karenanya untuk mengantisipasi minimnya gula lokal dan menekan terjadinya lonjakan harga yang bisa terjadi sewaktu waktu pemerintah akhirnya melakukan impor gula dari Thailand jumlah nya 25.000 ton. Diperkirakan gula impor tersebut akan tiba di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pertengahan bulan Pebruari ini. Dikatakannya besaran 25.000 ton gula impor nantinya akan digunakan mensuplai konsumsi dalam negeri juga untuk memenuhi kebutuhan di Jawa Timur. Harga jual eceran gula impor dipasar ditambahkan Disperindag akan mematoknya dikisaran Rp.9.600,- hingga Rp.9.800,- perkilonya.
Arifin T. Hadiari mengatakan juga 25.000 ton gula impor tersebut adalah 15.000 ton milik PTPN 11 dan 10.000 ton milik PTPN 10. Bahkan ijin bongkar yang akan dilakukan PTPN juga sudah diajukan ke Gubernur, namun Gubernur belum memberikan persetujuan karena menurut nya perlu dilakukan rapat khusus penjabaran tugas dan juga kewenangan dalam pendistribusiannya.
Masuknya gula impor diharapkan Arifin.T Hariadi nantinya dapat menutupi kebutuhan konsumsi masyarakat sambil menunggu masa giling pabrik gula, apalagi impor tersebut bukan yang terakhir karena PTPN 11 juga masih akan mendatangkan Gula Kristal Putih atau GKP tahap ke dua. [dc/djk]