Dinas Pertanian akan menyebarkan buku panduan penanaman mangrove yang benar. Hal ini dilakukan agar proses konservasi mangrove yang penanamannya banyak dilakukan masyarakat, tak keliru.
Kepala Dinas Pertanian Surabaya Syamsul Arifin mengakui, memang banyak masyarakat yang asal tanam. Tujuannya hanya satu, ingin mewujudkan kawasan pesisir pantai hijau oleh mangrove dan menghambat terjadinya abrasi pantai. tetapi ironisnya, ternyata masih banyak masyarakat yang tak tahu jenis mangrove apa yang cocok ditanam di air laut dan yang di darat.
“Jika pemahaman ini tak segera ditularkan ke masyarakat, maka tujuan untuk penanaman mangrove itu pun akan sia-sia. Karena itu, sudah saatnya pemerintah berperan serta untuk menata penanaman mangrove di kawasan Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya)” ujarnya, Minggu (8/1)
Menurut Syamsul Arifin, masyarakat perlu diberi pelatihan, khususnya bagi masyarakat yang akan melakukan penanaman mangrove.
“Untuk menghindari penanaman sia-sia kita dukung dengan memberi buku panduan, Kalau ini tak segera diberikan pemahaman ke masyarakat, maka dengan cara asal tanah, justru tak menjadikan kawasan mangrove hijau, tapi tambah gersang,” ungkap Syamsul. (Indriatno)