Deklarasi pasangan Arif Affandi – Adis Kadir untuk amju ke pencalonan walikota Surabaya membuat lubang permasalahan baru bagi partai politik pengusungnya.Menurut peserta penjaringan bakal calon wakil walikota partai Demokrat Obasa Tualeka karena keduanya tidak melalui mekanisme partai politik sebagai mana lazimnya.
Karena pasangan tersebut merupakan pengemban rekomendasi tanpa mekanisme.Kata Obasa Tualeka deklarasi adalah merupakan hak pasangan akan tetapi mereka itu seperti memegang piala tanpa bertanding dan membawa masalah baru dalam perjalanansampai di pintu KPUD Surabaya nanti.Sementara itu bakal calon Walikota Partai Demokrat Abimanyu kali ini merasa terpukul atas pasangannya Maia yang hadir pada deklarasi meski sebatas sebagai bintang tamu.Proses hukum menuntut DPC Partai Demokrat Surabaya memang dalam proses hanya saja mekanisme penjaringan di partai Demokrat terkesan seperti sebuah perseroan terbatas.Sedangkan masih empat personil lagi yang merasa adanya kebohongan publik pada saat penjaringan Bacawali di partai Demokrat yang kini telah sama – sama mengajukan tuntutanbaik secara perdata maupun pidana kepada DPC Partai Demokrat Surabaya.